Jenis-jenis Tenaga Kerja: Pengertian dan Contohnya di Indonesia

Jenis-jenis tenaga kerja sangat beragam dan dibagi berdasarkan beberapa kategori. Contohnya seperti tenaga kerja terdidik, tenaga kerja lapangan, dan masih banyak lagi. Silakan simak artikel berikut untuk memahami beragam jenis tenaga kerja yang ada di Indonesia. 

Di dalam pasar tenaga kerja, pekerja dan pemilik perusahaan (majikan) akan melakukan penawaran dan permintaan tenaga kerja. Mengingat pasar tenaga kerja saat ini terus berkembang, penting bagi Anda untuk mengetahui jenis-jenis tenaga kerja yang disediakan di dalamnya.

Satu Aplikasi, beragam Fungsi!

Dokodemo-Kerja, Aplikasi Absensi Online terbaik dengan fitur lengkap untuk meningkatkan Produktivitas karyawan. Pengelolaan Absensi dan Cuti, Task Management, hingga Evaluasi kinerja karyawan hanya dengan satu aplikasi.

Kelola Karyawan Makin Mudah dengan Aplikasi HRD Dokodemo-Kerja. Coba Sekarang!

Hal tersebut perlu untuk diketahui demi perencanaan dan pengelolaan tenaga kerja yang efektif dalam lingkungan bisnis. Dengan memahami jenis-jenis tenaga kerja maka perusahaan Anda dapat mempersiapkan diri untuk menghadapi tantangan di masa depan, mampu menganalisis kompetensi tenaga kerja Anda, memastikan bahwa perusahaan dapat mencapai tujuan bisnis, serta mengurangi biaya pada proses rekrutmen dan seleksi karyawan yang tidak efektif. 

Jadi, apa saja jenis-jenis tenaga kerja di Indonesia? Silakan simak penjelasan kami berikut ini. Namun sebelumnya, mari kita pahami terlebih dahulu pengertian tenaga kerja.

Pengertian Tenaga Kerja

Secara garis besar, tenaga kerja adalah orang yang dapat bekerja atau mengerjakan sesuatu. Sedangkan pengertian tenaga kerja menurut undang-undang yaitu UU Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan adalah setiap orang yang mampu melakukan pekerjaan guna menghasilkan barang dan/atau jasa baik untuk memenuhi kebutuhan sendiri maupun untuk masyarakat.

Perlu Anda tahu, di Indonesia sendiri usia produktif atau usia kerja yang termasuk tenaga kerja adalah mereka yang sudah berusia antara 15 sampai 64 tahun. Meskipun demikian, tidak semua penduduk yang memasuki rentang usia tersebut akan dianggap sebab angkatan kerja. Hal ini disebabkan karena penduduk yang tidak aktif dalam kegiatan ekonomi tidak termasuk dalam kelompok angkatan kerja, contohnya seperti ibu rumah tangga, pelajar atau mahasiswa, serta penerima pendapatan pensiunan.

Selain faktor alam dan faktor modal, saat ini tenaga kerja menjadi faktor produksi yang dianggap penting oleh setiap negara. Dikatakan demikian, karena meskipun suatu negara memiliki sumber daya alam yang melimpah serta modal yang besar, namun mereka tetap akan membutuhkan tenaga kerja untuk menjalankan bisnisnya.

Baca Juga: Jenis-jenis Mesin Absensi yang Sering Digunakan Perkantoran

Sumber: www.freepik.com/pressfoto

Jenis-jenis Tenaga Kerja yang Perlu Anda Ketahui

Jenis-jenis tenaga kerja di Indonesia di bagi berdasarkan beberapa kategori. Simak penjelasan kami berikut ini.

Jenis-jenis tenaga kerja berdasarkan kemampuan

1. Tenaga kerja terdidik

Sesuai namanya, tenaga kerja terdidik adalah tenaga kerja yang memiliki riwayat pendidikan tinggi untuk menunjang profesinya. Pilot, guru, dan dokter termasuk jenis tenaga kerja terdidik.  

2. Tenaga kerja terlatih

Tenaga kerja terlatih merupakan tenaga kerja yang memiliki suatu keterampilan atau kemampuan untuk menyelesaikan tugas atau pekerjaannya. Contoh tenaga kerja terlatih seperti desainer, mekanik, supir bus, dan lain-lain. 

3. Tenaga kerja tidak terlatih dan tidak terdidik

Tenaga kerja tidak terlatih dan tidak terdidik adalah tenaga kerja yang tidak memiliki riwayat pendidikan serta tidak menguasai keterampilan khusus untuk bekerja. Contoh dari jenis tenaga kerja ini adalah  petugas kebersihan, tukang angkut, dan lain-lain.

Jenis-jenis tenaga kerja berdasarkan sifatnya

1. Tenaga kerja jasmaniah

Tenaga kerja jenis jasmaniah akan bekerja dengan mengandalkan tenaga fisiknya. Contohnya seperti kuli bangunan, supir, atau buruh pabrik.

2. Tenaga kerja rohaniah

Berbeda dengan tenaga kerja jasmaniah, tenaga kerja rohaniah akan bekerja dengan mengandalkan kemampuan berpikir. Jadi, gagasan atau ide-idenya akan dibutuhkan ketika bekerja. Contohnya adalah desainer, content writer, arsiterk, direktur, manajer, dan masih banyak lagi.

Jenis-jenis tenaga kerja berdasarkan fungsi pokoknya

1. Tenaga kerja bagian produksi

Sesuai namanya, tenaga kerja bagian produksi merupakan tenaga kerja yang bertugas untuk menghasilkan produk-produk yang dapat dipasarkan. Contohnya seperti buruh pabrik yang bekerja di bagian produksi barang.

2. Tenaga kerja bagian pemasaran

Tenaga kerja bagian pemasaran adalah tenaga kerja yang bekerja untuk tujuan pemasaran seperti para marketing atau sales.

3. Tenaga kerja bagian umum dan administrasi.

Di dalam sebuah perusahaan juga terdapat tenaga kerja bagian umum dan administrasi. Mereka bertugas untuk mengurus hal-hal yang berkaitan dengan proses administrasi. Contohnya seperti sekretaris.

Jenis-jenis tenaga kerja berdasarkan hubungannya dengan produk

1. Tenaga kerja langsung

Tenaga kerja langsung merupakan tenaga kerja yang bekerja atau berhubungan langsung dengan produk atau barang yang dijual. Contohnya adalah para tenaga kerja di perakitan produk. 

2. Tenaga kerja tidak langsung

Tenaga kerja tidak langsung tidak berhubungan secara langsung dengan barang yang diproduksi. Mereka bertugas di bagian perencanaan atau pengawasan. Contohnya seperti pengawas, petugas keamanan, atau supervisor quality control di pabrik.

Jenis-jenis tenaga kerja berdasarkan jenis pekerjaannya

1. Tenaga kerja lapangan

Tenaga kerja lapangan bekerja dengan terjun langsung di lapangan. Contohnya seperti jurnalis, sales lapangan, dan lain-lain. 

2. Tenaga kerja kantor

Tenaga kerja kantor bekerja secara on-site di dalam kantor. Selama jam kerja, mereka akan menyelesaikan tugas-tugasnya tanpa meninggalkan kantornya. Contohnya adalah akuntan, HRD, dan masih banyak lagi. 

Solusi jitu kelola karyawan dari jarak jauh!

Sistem HRIS canggih untuk memonitor kinerja dan produktivitas karyawan Anda. WFO atau WFH? Kelola keduanya! Tetap Produktif dengan Dokodemo-Kerja.

Aplikasi HRIS terjangkau untuk tingkatkan produktivitas. Cek di sini!

3. Tenaga kerja pabrik

Jenis tenaga kerja ini bekerja dari pabrik dan umumnya mereka bekerja di bagian produksi. Contoh tenaga kerja pabrik adalah buruh pabrik.

Jenis-jenis tenaga kerja berdasarkan status pekerjaannya

1. Tenaga kerja lepas

Tenaga kerja lepas juga dikenal dengan istilah pekerja freelance adalah tenaga kerja yang bekerja sendiri tanpa komitmen jangka panjang dengan suatu perusahaan. Jadi, mereka akan dipekerjakan oleh suatu perusahaan atau klien untuk mengerjakan proyek selama jangka waktu tertentu. Selain itu, perlu diketahui bahwa tenaga kerja lepas juga tidak berhak memperoleh tunjangan dari perusahaan.

Saat ini sudah ada banyak tenaga kerja yang memutuskan untuk bekerja dengan status sebagai pekerja lepas. Contohnya seperti fotografer, web developer, desainer, dan masih banyak lagi.  

2. Tenaga kerja kontrak

Sesuai dengan namanya, tenaga kerja kontrak adalah tenaga kerja yang memiliki perjanjian kerja waktu tertentu atau dikontrak untuk bekerja di suatu perusahaan selama jangka waktu tertentu. Jenis tenaga kerja ini masih berhak untuk memperoleh tunjangan dari perusahaan.

Sebagai contoh, tenaga kerja akan dikontrak oleh sebuah perusahaan selama 2 tahun. Jika karyawan sudah bekerja selama dua tahun di perusahaan tersebut maka mereka dapat berhenti bekerja. Namun jika perusahaan memperpanjang masa kontrak kerja, maka tenaga kerja tersebut dapat kembali bekerja di perusahaan tersebut.

Berdasarkan peraturan pemerintah terbaru, masa kerja tenaga kerja dengan status Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) atau kontrak telah diperpanjang selama 5 tahun. Sementara dalam aturan lama, masa kerja pegawai kontrak paling lama adalah 3 tahun. 

3. Tenaga kerja tetap

Tenaga kerja tetap adalah tenaga kerja yang dipekerjakan oleh suatu perusahaan dengan jangka waktu tidak tertentu atau dengan status Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu (PKWTT). Jenis tenaga kerja ini memiliki status sebagai pegawai tetap dan tidak memiliki batasan waktu. Jadi, mereka bisa bekerja di perusahaan tersebut sampai usia pensiun. Tenaga kerja tetap umumnya juga akan memperoleh berbagai tunjangan dari perusahaan mulai dari asuransi, pelatihan, uang transport, dan masih banyak lagi. 

Nah itu dia penjelasan yang dapat kami sampaikan mengenai jenis-jenis tenaga kerja di Indonesia. Mengingat tenaga kerja menjadi salah satu faktor yang memengaruhi keberhasilan suatu bisnis, penting bagi perusahaan untuk dapat mengelola dan memanfaatkannya dengan sebaik mungkin. Karena kita saat ini sudah ada di era digital, tidak ada salahnya jika Anda melakukan proses Manajemen Sumber Daya Manusia di perusahaan dengan mengandalkan teknologi.

Baca Juga: Mengenal Apa Itu Hybrid Working. Sistem Kerja yang Sedang Populer

Pemanfaatan Teknologi untuk Mengelola Tenaga Kerja Secara Efektif

Seiring dengan perkembangan zaman, sekarang telah hadir aplikasi Human Resources Information System (HRIS) atau dalam bahasa Indonesia dikenal sebagai Sistem Informasi Sumber Daya Manusia (SISDM) yang menyediakan beragam fitur untuk memudahkan proses pengelolaan tenaga kerja di perusahaan. Salah satu contoh aplikasi tersebut bernama Dokodemo-Kerja.

Secara garis besar, Dokodemo-Kerja merupakan sebuah aplikasi yang dikembangkan untuk membantu tugas HRD dalam mengelola tenaga kerja. Aplikasi ini telah dilengkapi dengan berbagai fitur unggulan sehingga HRD dapat memantau kedisiplinan dan kinerja seluruh karyawannya. Beberapa contoh fitur tersebut seperti:

  • absensi online: fitur yang dapat digunakan karyawan untuk melakukan absensi secara digital. (dapat digunakan pekerja remote atau pekerja on-site)
  • pelacak GPS: sistem dapat digunakan untuk memantau lokasi bekerja dari para pekerja lapangan Anda 
  • pelacak waktu: sistem akan membantu menghitung total jam kerja atau total jam lembur secara real time.
  • screen monitoring: fitur untuk memantau aktivitas karyawan di perangkat laptopnya dengan cara membuat screenshot desktop.
  • manajemen tugas: fitur untuk mengelola dan memantau tugas-tugas yang dikerjakan oleh karyawan.
  • dan masih banyak lagi.

Apabila perusahaan Anda dapat memanfaatkan aplikasi ini secara tepat, maka produktivitas karyawan dapat meningkat sehingga membawa dampak positif pada keuntungan perusahaan. Sampai saat ini, kami sudah membantu berbagai jenis perusahaan dalam mengelola tenaga kerjanya. Selain itu, sistem Dokodemo-Kerja juga menyediakan laporan terkait produktivitas seluruh karyawan sehingga penilaian kinerja karyawan dapat dilakukan dengan tepat. Anda juga bisa memanfaatkan laporan yang tersedia untuk merancang strategi pengelolaan karyawan yang lebih efektif dan efisien. 

Jadi, tunggu apa lagi? Silakan hubungi kami untuk mengetahui detail fungsionalitas aplikasi ini. Kami akan dengan senang hati membantu Anda. 

Related Articles

Related Articles